Bagian-Bagian Seni

Secara teoritis seni dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Seni yang murni estetik. seperti halnya lukisan, karena didalam penciptaannya si seniman hanya diikat oleh persyaratan yang ada dalam seni lukis tersebut, dan tidak harus mengingat dimana lukisan itu di pasang, betapa harga nominalnya, atau gaya yang bagaimana yang disukai oleh si pembeli. Si seniman hanya mengekspresikannya di atas kanvas(Totalitas).
  • seni terapan atau seni yang di pakai. seperti halnya kursi, akan di bentuk berbagai persyaratan yang berhubungan dengan pemakaiannya. kursi itu dipergunakan di ruang  makan atau untuk untuk di pergunakan di kamar tamu bagaimana bentuk agar cocok dengan sikap duduk dan penggunaanya.

Cabang-Cabang Seni
Dalam hal ini bidang yang kita hadapi adalah seni rupa. Disamping itu seni memiliki cabang-cabangnya yang lain, yaitu : Seni musik atau Seni suara dengan menyusun nada-nada yang dapat dinikmati melalui indra pendengaran, Seni tari atau Seni gerak menggunakan medium gerakan media badan menggunakan anggota badan sang penari itu sendiri, dan Seni rupa adalah cabang seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia lewat objek-objek dua dimenssi dan tiga dimensi yang memakan tempat dan tahan akan waktu. Sifat Seni rupa yang tahan waktu, merupakan kelebihan Seni rupa dari cabang-cabang seni lainnya.

Seni rupa mempunyai banyak sekali terdapat variasi media dan teknik. Dengan beragamnya teknik dan media yang dapat digunakan dalam Seni rupa, mengakibatnya timbulnya ranting-ranting seni diantara lain.

  • Seni lukis adalah suatu pengucapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensional dengan menggunakan garis dan warna.
  • Seni illustrasi adalah seni gambar atau lukis yang diabadikan untuk kepentingan lain, yaitu memberikan penjelasan atau mengiringi suatu pengertian, seperti cerita pendek dimajalah atau uraian tentang penampang pohon dalam materi Biologi.
  • Seni patung adalah bagian dari Seni rupa yang merupakan pernyataan pengalaman artistik lewat bentuk-bentuk tiga dimentional. Walaupun ada yang bersikap seni pakai, tetapi pada galibnya Seni patung adalah Seni murni. Seni patung tempat benar-benar berada didalam ruang sehingga dapat dipandang dari semua arah. Dalam Seni patung tidak ada perspektif seperti halnya dalam Seni lukis. Dalam Seni lukis perspektif dipakai untuk menggambarkan kesan ruang, artinya ruang yang ada dalam lukisan itu adalah semua atau tidak sungguh-sungguh. Sekalipun demikian ada golongan Seni patung yang masih memerlukan perspektif, yaitu Seni relief.
  • Interior merupakan Seni dekorasi yang mempersoalkan bagian dari seni arsitektur yaitu tata rias ruang-ruangnya, bagaimana agar suatu bangunan menjadi lebih nyaman ditempati. Hiasan-hiasan dalam dekorasi ada yang semata-mata bersifat dekoratif, dan ada juga yang memikul beban atau tugas lain(memiliki kegunaan tertentu yang praktis sifatnya).
    Sebagai bagian dari arsitektur, maka ilmu-ilmu yang dipakai merencanakan sebuah bangunan seperti diatas juga harus diterapkan disini, oleh karena itu secara ideal sebaiknya seorang arsitek bekerjasama dengan dekorator dalam merencanakan suatu bangunan. Pada luar bangunan juga harus ada yang menangani, yaitu seorang ahli gardening atau ahli taman dalam bentuknya yang lebih luas berkembang menjadi arsitektur lanskap.
  • Seni printing atau sering di sebut Seni grafis, Seni ini tumbuh dari usaha untuk memperbanyak hasil seni yang dua dimensional. Seni grafis merupakan cabang seni yang dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara visual, misalnya untuk iklan yang bertugas menawarkan atau mempengaruhi pendapat umum. Oleh karena itu cabang seni ini banyak berorientasi kepada ilmu jiwa, khususnya ilmu jiwa sosial.
    Dalam perkembangannya seni printing bergeser dari fungsinya, dimana cabang seni ini tidak lagi mempunyai tugas untuk memperbanyak hasil, melainkan sekedar untuk memperoleh efek gambar yang lain lagi. Oleh karena itu seni printing ini adalah salah satu medium ekspresi dan bukan semata-mata merupakan alat untuk memperbanyak hasil seni rupa.
  • Seni kriya adalah cabang seni rupa yang sangat memerlukan kekriyaan(craftmanship) yang tinggi seperti : Seni ukir kayu, Seni keramik, anyaman, batik dan masih banyak lagi. Sesungguhnya pada zaman dahulu semua seni adalah seni kriya. Tetapi dalam perkembangan zaman cabang-cabang seni yang lebih ekspresif, yang murni estetik dan kurang mementingkan kekriyaan yang tinggi telah memisahkan diri. tetapi karena desakan kemajuan industri Seni kriya ini berpindah fungsi dari Seni terapan ke Seni murni. hal ini menunjukkan bahwa para pembuat dapat membuat hasil yang mempunyai fungsi yang baik dan nilai seni yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam dekoratif.

Dengan banyaknya kebudayaan di Indonesia, membuat kesenian-kesenian ini berkembang sangat pesat dan mempunyai banyak variasi menurut kebudayaannya masing-masing. seperti ukiran ornamen di daerah Bali, Batik dari wilayah jawa dan yang lainnya.
Tentu dengan menguntungkannya kebudayaan itu sendiri kita sebagai penerus bangsa yang akan mengharumkan Indonesia nantinya tidak boleh melupakan kebudayaan yang dalam dewasa ini sangat menghawatirkan dengan adanya Globalisasi. Mari bersama-sama wariskan kekayaan kesenian ini kepada anak dan cucu kita.

” EARTH without ART is just   ‘ EH’   “

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s